Rabu, 05 November 2008

Pentingnya Tes Kesehatan Sebelum Naik Pelaminan

Sangat dianjurkan bagi pasangan yang akan menikah untuk melakukan pemeriksaan pra nikah. Serangkaian pemeriksaan dilakukan untuk menghindari beberapa penyakit dan kelainan, termasuk yang disebabkan oleh penyakit/kelainan bawaan yang bisa diturunkan.

Salah satu tujuan mulia sebuah pernikahan adalah menghasilkan keturunan. Selain kesiapan batin, diperlukan juga kesiapan fisik yang prima untuk menyambut datangnya keturunan. Calon suami dan istri ada baiknya memeriksakan kesiapan organ reproduksinya, agar proses mendapat keturunan nantinya menjadi lebih lancar.
Menurut dr. Nugroho Setiawan MS, spesialis kebidanan dan kandungan RS Fatmawati Jakarta, pemeriksaan pra nikah meliputi beberapa hal, diantaranya pemeriksaan darah rutin (HB, trombosit, analisa hemoglobin, leukosit), golongan darah dan Rhesus, kencing rutin (urinalisa), hepatitis terutama hepatitis B & C, dan gula darah.

Mengapa pemeriksaan pra nikah menjadi penting? Dengan pemeriksaan pra nikah, ada beberapa hal yang bisa dihindari.


1. Rhesus yang bersilangan
Kebanyakan bangsa Asia memiliki Rhesus positif, sedangkan bangsa Eropa rata-rata negatif. Terkadang, pasangan suami-isteri tidak tahu Rhesus darah pasangan masing-masing. Padahal, jika Rhesusnya bersilangan, bisa mempengaruhi kualitas keturunan.
Jika seorang perempuan (Reshus negatif) menikah dengan laki-laki (Rhesus positif), bayi pertamanya memiliki kemungkinan untuk ber-Rhesus negatif atau positif. Jika bayi mempunyai Rhesus negatif, tidak ada masalah. Tetapi, jika ia ber-Rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata kehamilan yang kedua merupakan janin yang ber-Rhesus positif, kehamilan ini berbahaya. Karena antibodi antirhesus dari ibu dapat memasuki sel darah merah janin. "Sebaliknya, tidak masalah jika si perempuan ber-Rhesus positif dan si pria negatif," papar Nugroho.

2. Penyakit Akibat Hubungan Seks
Pemeriksaan pra nikah juga bisa menghindari adanya penularan penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, seperti sifilis, gonorrhea, HIV, dan penyakit hepatitis. Perempuan sebenarnya lebih rentan terkena penyakit kelamin daripada pria. Kenapa? "Karena alat kelamin perempuan berbentuk cekung yang seakan "menampung" virus. Sedangkan alat kelamin pria tidak bersifat "menampung" dan bisa langsung dibersihkan." Jika salah satu pasangan menderita penyakit kelamin, sebelum menikah harus diobati dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus dibuat memiliki kekebalan terhadap penyakit hepatitis B tersebut. Caranya, dengan imunisasi hepatitis B. Jika sang pasangan belum sembuh dari penyakit kelamin dan akan tetap menikah, meskipun tidak menjamin 100 persen namun penggunaan kondom sangat dianjurkan.

3. Penyakit keturunan
Pemeriksaan pra nikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetik kepada anak, semisal albino. "Misalnya suami membawa sifat albino tetapi istrinya tidak, maka anak yang lahir tidak jadi albino. Sebaliknya, jika istrinya juga membawa sifat albino, maka anaknya pasti albino." Jika bertemu dengan pasangan yang sama-sama membawa sifat ini, pernikahan tidak harus dihentikan. "Kita tahu nantinya akan terjadi kemungkinan tersebut dan bisa disepakati, ingin punya anak atau tidak. Kalau masih ingin punya anak, ya risikonya nanti si anak jadi albino. Atau memilih tidak punya anak. Pernikahan tidak harus tertunda dengan halangan seperti ini. Yang penting adalah solusi atau pencegahannya," tutur Nugroho.

USG BAGI CALON IBU
Lebih jauh, menurut dr. I Putu G. Kayika, SpOG (K), bagi pasangan yang ingin segera punya anak, perlu menjalani konseling pra nikah. Dalam hal ini dilakukan pemeriksaan dengan tujuan agar kehamilan bisa dipersiapkan dan dijalankan dengan baik. Tak hanya mengenai riwayat kesehatan, dalam konseling ini kedua pasangan sebaiknya jujur menceritakan kondisi sosialnya. Antara lain status ekonomi (bekerja atau tidak bekerja) dan suasana di lingkungan keluarga. Termasuk perilaku-perilaku yang tidak mendukung kehamilan, semisal merokok, minuman beralkohol, dan memakai obat-obatan psikotoprika. Selain itu, perlu juga dievaluasi risiko yang bersifat individual yang mungkin timbul terhadap kehamilan. Antara lain usia (masih reproduktif atau tidak), kondisi nutrisi, aktivitas fisik, level pendidikan, level stres, dan bagaimana hubungan dengan pasangan. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui organ reproduksi juga diperlukan. Antara lain, pap smear (jika seorang perempuan aktif secara seksual), rahim, dan status kekebalan terhadap penyakit (rubella, toksoplasma). Ada juga pemeriksaan sel telur. Namun menurut dosen Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI ini, pemeriksaan ini belum diperlukan sebelum pasangan yang bersangkutan dianggap infertil (sulit punya anak). Pemeriksaan dengan USG (Ultra Sonografi) bisa melihat apakah seorang perempuan menderita kista, mioma, tumor, atau keputihan. Jika ada kelainan atau infeksi harus dibersihkan dulu karena bisa menganggu proses kehamilan.


TES SPERMA, PERLUKAH?

Untuk pria, ada satu lagi pemeriksaan kesehatan pra nikah yang bisa dilakukan, yaitu tes sperma atau sperma analisa (spermiogram). Menurut dr. Nugroho, tes sperma ini dikenakan bagi orang yang ingin punya anak. Pemeriksaan sperma sebaiknya dilakukan di klinik kesuburan agar hasilnya bisa dipercaya, minimal terstandarisasi. Karena jika tidak di klinik khusus kesuburan, hasil bisa sangat bervariatif dan bukan tidak mungkin malah bisa merugikan pasien. Namun, Nugroho menegaskan, pemeriksaan sperma ini bukan termasuk standar pemeriksaan rutin. Dokter spesialis kebidanan melayani tes sperma jika ada permintaan. "Kalau orang yang akan menikah harus periksa sperma dan ternyata spermanya sedikit tidak normal, apa yang terjadi? Akan menjadi beban psikis. Padahal, untuk bisa hamil tidak harus fix spermanya normal. Karena untuk bisa hamil kan berpasangan. Bisa saja, kualitas sprema sedikit tidak normal tetapi istri lebih subur, bisa hamil. Begitu juga sebaliknya," ungkap Nugroho. Untuk penanganan sperma yang tidak normal harus dengan pemeriksaan dokter agar diketahui penyebabnya, antara lain:

  • Kebiasaan yang salah, seperti berendam dalam air panas, memakai celana rangkap, dan ketat.
  • Pekerjaan, semisal koki atau teknisi yang sering bekerja di ruang yang panas.
  • Penyakit, yaitu penyakit kelamin, infeksi, penyakit kulit di kantung strotum sehingga kantung itu terlalu tebal.
  • Bawaan. Jadi, pertumbuhan genetalia seorang pria tidak sempurna. Pria yang benar, memiliki kantong buah pelir yang panjang dan ada beberapa pria yang memiliki kantong buah pelir terlalu pendek. Hal ini karena saat pertumbuhan hormonnya kurang sehingga kurang ‘turun'.
  • Kelainan lain seperti kromosom.
Bagaimana pengobatannya? Setelah dicari sebabnya baru diobati. Jika tidak segera diobati, kualitasnya akan makin turun. Namun, ada juga yang tidak bisa diobati, semisal untuk yang berkantong buah pelir pendek.

TIPS

Bagi pasangan yang ingin punya anak, dr. Kayika menyarankan beberapa hal sebagai berikut.
  • Kehamilan sebaiknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. Persiapan tersebut meliputi mental, fisik, dan sosial.
  • Tiga bulan sebelumnya tubuh calon ibu harus "dibersihkan" dari polutan dan logam berat seperti rokok, alkohol, dan obat-obatan psikotropika. Konsumsi makanan yang bernutrisi dan banyak mengandung asam folat yang terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, vitamin, dan susu.
  • Jika ditemukan kelainan harus diatasi dulu sebelum hamil, bukan setelah dinyatakan hamil.
  • Hindari obat-obatan pada masa sebelum hamil. Sebisa mungkin hidup sehat bebas obat. Untuk penderita penyakit tertentu seperti asma, sebaiknya konsultasikan obat yang dikonsumsi pada dokter, apakah mengganggu proses kehamilan atau tidak.

Penulis:Triwik Kurniasari
Waktu terbit:
Jum'at, 8 Februari 2008
Sumber:
http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/pentingnya-tes-kesehatan-sebelum-naik-pelaminan&channel=keluarga%2Fpasangan
Waktu Waktu akses: Senin, 27 Oktober 2008

Tempe Hindari Keluhan Saat Menopause

Setiap perempuan pasti akan mengalami menopause. Namun jangan khawatir, karena Anda tetap bisa tampil sehat dan cantik setelah menopause. Salah satunya adalah dengan rajin mengonsumsi tempe.

Menopause merupakan suatu proses penuaan alami dalam kehidupan seorang perempuan. Hal ini disebabkan oleh proses penuaan pada ovarium yang merupakan proses alami, maupun proses 'buatan' seperti operasi pengangkatan indung telur yang umumnya terjadi pada wanita berusia 46 - 52 tahun.

Pada masa sebelum atau sesudah penghentian menstruasi tersebut terdapat suatu interval yang disebut perimenopause, dimana terjadi perubahan hormonal yang mengakibatkan siklus haid menjadi tak teratur dan mulai muncul tanda-tanda kekurangan hormon wanita (estrogen).

Meski menopause adalah hal yang alami, menurut dr. Med. Ali Baziad, SPOG-KFER, "penderitaan" sebelum dan setelah menopause-lah yang tidak alami. "Selama ini ada anggapan di masyarakat bahwa keluhan menopause merupakan suatu hal yang alami dan pasti terjadi pada setiap perempuan. Akibatnya, mereka kurang peduli dan merasa tak perlu terapi. Padahal sebetulnya keluhan menopause bisa diatasi, lho," tuturnya.

Keluhan yang biasanya muncul meliputi keluhan jangka pendek dan jangka panjang. Keluhan jangka pendek antara lain badan terasa panas (hot flushes) dan berkeringat, jantung berdebar-debar, perasaan takut dan gelisah, libido menurun, kulit keriput, kadar kolesterol meningkat, kegemukan serta sakit saat berhubungan seks. Sedangkan keluhan jangka panjang meliputi osteoporosis atau pengeroposan tulang, penyakit jantung koroner, pikun dan stroke.


Kok bisa? "Hal ini terjadi karena pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuh seorang perempuan mengalami fluktuasi, sehingga menyebabkan keluhan jangka pendek. Kadar estrogen tersebut nantinya akan mengalami penurunan sampai mencapai titik terendah yang akan meningkatkan risiko kardiovaskular (jantung) dan osteoporosis," jelas Baziad.


TERAPI SULIH HORMON

Namun, tak perlu khawatir, karena gejala-gejala tersebut dapat dicegah dengan melakukan diet, olahraga, serta pemberian suplemen, semisal kalsium. Selain melalui pencegahan, menopause juga dapat ditangani dengan pengobatan. Salah satunya adalah dengan menggunakan terapi sulih hormon (TSH).

Terapi ini merupakan salah satu cara untuk memulihkan kadar hormon yang menurun pada menopause, yaitu dengan memberikan obat-obat yang mengandung satu atau lebih jenis hormon (estrogen atau kombinasi estrogen dan progesteron). Namun, terapi ini kurang populer di masyarakat negara-negara berkembang, karena ketakutan akan efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan jangka panjang, selain harga yang relatif mahal.


Adanya ketidakpuasan dan ketakutan terhadap TSH ini melatarbelakangi pengembangan pendekatan alternatif penanganan menopause, yaitu dengan pemberdayaan gaya hidup sehat dan natural, antara lain berupa diet fitoestrogen.


"Fitoestrogen merupakan bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai struktur kimia dan aktivitas biologis yang menyerupai hormon estrogen dalam tubuh," jelas Baziad. Salah satu jenis fitoestrogen yang banyak diteliti pengunaannya adalah isoflavon, yaitu fitoestrogen yang berasal dari protein soy (kedelai) dan memiliki efek menyerupai estrogen alami, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit pada masa menopause. Karena berasal dari alam, isoflavon relatif sangat aman.

Menurut Baziad, isoflavon mempunyai keuntungan, antara lain tidak menyebabkan kanker payudara, melindungi jantung dari penyakit jantung koroner (PJK), mencegah osteoporosis dan hot-flushes, tidak menurunkan daya ingat, sebagai antioksidan, mengencangkan payudara dan tetap menstabilkan fungsi ginjal. "Isoflavon tidak menyebabkan kanker payudara ataupun kanker rahim, malah sebaliknya memberikan efek protektif terhadap kedua organ tersebut." Selain itu, isoflavon kedelai juga memperbaiki fungsi berpikir yang mencegah pikun.

Berbeda dengan TSH yang berasal dari hormon si perempuan itu sendiri dan diberikan sesudah mengalami menopause, isoflavon bisa digunakan sebelum seorang perempuan mengalami menopause.


SEHAT DENGAN TEMPE


Dibanding dengan penggunaan TSH yang mahal karena harus diminum setiap hari, isoflavon relatif lebih murah, mudah didapat dan tidak mempunyai efek samping. Anda dapat mendapatkan sumber isoflavon alami pada tumbuh-tumbuhan misalnya kacang merah, kecambah atau kedelai. Kacang kedelai dapat memperbaiki lipoprotein dalam darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat, karena tidak mengandung kolesterol.


Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein kedelai mempunyai efek menurunkan kolesterol. Salah satu contoh makanan yang gampang ditemui sekaligus mengandung isoflavon tinggi adalah tempe. Tentu ada syaratnya. "Kalau pingin mendapat manfaat isoflavon dari tempe, sebaiknya tempe tersebut diolah dengan cara direbus atau dikukus. Kalau digoreng, manfaatnya akan berkurang, karena minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat menambah kadar kolesterol dalam darah," ujar Baziad. Ya, Anda harus pintar-pintar mengolah produk kedelai ini agar khasiatnya terasa. Anda juga bisa membuat olahan sayur dari tempe atau dibacem.


Bagaimana dengan susu kedelai? "Kadar isoflavon dalam susu kedelai malah rendah. Selain itu, kadar kolesterolnya pun telah tinggi, sehingga efek positifnya menurun," tambahnya.

Untuk isoflavon alami ini tidak ada patokan berapa gram yang harus dikonsumsi setiap harinya. Juga bisa dikonsumsi kapan saja. Efek samping fitoestrogen pun hingga saat ini belum ditemukan.

Bila Anda tak punya banyak waktu untuk mengolah tempe, Anda bisa menggunakan cara yang lebih praktis, yaitu dengan mengonsumsi kapsul isoflavon yang kini telah dijual di pasaran. Kapsul isoflavon mengandung 50 mg isoflavon. Dari hasil uji coba, 1 cangkir kedelai bermutu bagus setara dengan 25 mg kapsul isoflavon.


Bagaimana dengan efek samping fitoestrogen dalam bentuk kapsul? "Hingga saat ini belum ada pasien yang melaporkan dan belum ada keluhan apa-apa. Jadi, terserah pasien, mau pilih yang alami atau yang praktis," tutur Baziad. Jadi, untuk tampil cantik dan sehat di masa menopause ternyata tidak sulit, bukan? Tak ada salahnya mulai sekarang Anda memperbanyak konsumsi tempe.

Penulis:Triwik Kurniasari
Waktu terbit: Kamis, 2 Oktober 2008
Sumber:
http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/tempe-hindari-keluhan-saat-menopause&channel=kesehatan%2Fwanita
Waktu akses: Senin, 27 Oktober 2008


Senin, 03 November 2008

Agar Keputihan Tak Berulang

Keputihan tak boleh dianggap remeh. Bisa mengakibatkan kemandulan dan kanker. Hampir setiap wanita pernah mengalaminya. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih .

Pada dasarnya dalam keadaan normal, organ vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna dan jumlah tidak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan di dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual. Sedang yang dimaksud dengan keputihan adalah gejala penyakit yang ditandai oleh keluarnya cairan dari organ reproduksi dan bukan berupa darah. Keputihan yang berbahaya adalah keputihan yang tidak normal. Ini karena terjadi infeksi yang disebabkan kuman, bakteri, jamur atau infeksi campuran. Keputihan bisa juga disebabkan adanya rangsangan mekanis oleh alat-alat kontrasepsi sehingga menimbulkan cairan yang berlebihan. Pada tipe keputihan ini, cairan yang keluar berwarna kuning kehijauan. Biasanya diiringi rasa gatal dan bau tak sedap.

Keputihan normal ditemukan pada bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari yaitu akibat pengaruh hormon estrogen ibu terhadap rahim dan vagina janin, saat janin masih didalam kandungan, perempuan dewasa apabila ia dirangsang waktu senggama dan saat mengalami haid yang pertama kali.

Sebenarnya didalam alat genital wanita terdapat mekanisme pertahanan tubuh berupa bakteri yang menjaga kadar keasaman pH vagina. Normalnya angka keasaman pada vagina berkisar antara 3,8-4,2.Sebagian besar , hingga 95% adalah bakteri laktobasilus dan selebihnya adalah bakteri pathogen (yang menimbulkan penyakit).

Biasanya ketika ekosistem didalam keadaan seimbang, bakteri patogen tidak akan mengganggu. Masalah baru timbul ketika kondisi asam ini turun alias lebih besar dari 4,2. Bakteri-bakteri laktobasilus gagal menandingi bakteri patogen. Ujungnya, jamur akan berjaya dan terjadilah keputihan. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bias mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih.

Penyebab lain dari keputihan adalah penggunaan pakaian ketat dan atau celana terbuat dari bahan sintesis. Apalagi jika dibiarkan dalam keadaan basah, misalnya, pakaian yang dipakai setelah berolah raga akan mendukung pertumbuhan jamur. Begitu juga dengan penggunaan spray atau deodoran untuk alat genital harus diwaspadai karena rentan mengubah keasaman vagina. Selain itu kelelahan dan stress juga bisa memicu keputihan. Padahal hampir setiap wanita terutama di kota besar rentan terhadap stress.

Celakanya wanita diperkotaan sekalipun sering malu berobat kedokter, sehingga tak sedikit yang beranggapan keputihan merupakan hal wajar dan tidak perlu diobati. Padahal keputihan bisa menjadi tanda awal dari penyakit yang lebih berat, dari vaginal candidiasis, gonorrhea, chlamydia, kemandulan hingga kanker. Keputihan yang tidak segera diobati akan menimbulkan komplikasi penyakit radang panggul yang berlarut-larut dan dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas) karena kerusakan dan tersumbatnya saluran telur. Penyebab lain dari keputihan selain infeksi adalah adanya benda asing, yaitu adanya kotoran tanah atau biji-bijian pada anak-anak atau tertinggalnya kondom atau benda lain yang dipakai waktu senggama atau akibat karet pengganjal (pesarium) yang digunakan untuk mencegah rahim turun. Begitu juga pada wanita menopause dimana sel-sel dari vagina mengalami hambatan dalam pematangan sel akibat tidak adanya hormon estrogen sehingga vagina kering sering timbul rasa gatal karena tipisnya lapisan sel sehingga mudah luka dan timbul infeksi penyerta.

Dan yang terpenting bila suatu keputihan yang tidak sembuh dengan pengobatan biasa (antibiotika dan anti jamur) harus dipikirkan keputihan tersebut disebabkan oleh suatu penyakit keganasan seperti kanker leher rahim. Ini biasanya ditandai dengan cairan banyak, bau busuk ,sering disertai darah tak segar.


Sumber:
http://www.gealgeol.com/2008/08/27/agar-keputihan-tak-berulang.html
Waktu akses: 03 November 2008

Tips dan Trik Merawat Organ Intim

Banyak cara dilakukan kaum wanita untuk merawat organ intimnya agar tetap terjaga kebersihannya. Namun tak jarang cara yang dilakukannya justru berisiko.

Seharusnya, merawat organ intim tanpa kuman dilakukan sehari-hari mulai bangun tidur dan mandi pagi. Daerah di sekitar vagina harus dibersihkan dengan sabun, sama halnya seperti bagian tubuh yang lainnya. Membersihkan organ intim wanita tidak perlu sampai kebagian dalamnya, cukup pada bagian luar permukaan vagina saja.

Terpenting, mengeringkan daerah di sekitar vagina sebelum berpakaian. Sebab, bila lupa dikeringkan, akan menyebabkan celana dalam yang dipakai menjadi basah dan lembab. Selain tidak nyaman dipakai, celana basah dan lembab berpotensi mengundang bakteri dan jamur.

Pada beberapa wanita, ada yang dengan sengaja terbiasa menaburkan bedak di vagina dan daerah sekitarnya. Tujuannya agar organ intimnya menjadi harum dan kering sepanjang hari. Cara itu tidak dianjurkan karena ada kemungkinan bedak tersebut akan mengumpul di sela-sela lipatan vagina yang sulit terjangkau tangan untuk dibersihkan.

Bila dibiarkan, tumpukan bedak ini lama kelamaan akan mengundang kuman. Ini disebabkan karena struktur vagina yang memiliki banyak lipatan (rugae), sehingga dianjurkan untuk membilas dan menggosok bagian vagina dengan cermat terutama setelah buang air kecil. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah tertinggalnya sisa air kemih ataupun kotoran lainnya. Setelah itu, keringkan vagina dengan menggunakan tissue ataupun handuk kecil. Bila celana dalam terkena cipratan air kemih atau air bilasan, usahakan untuk segera diganti dengan celana kering. Yang paling baik, disediakan celana dalam ganti didalam tas kemanapun juga untuk berjaga-jaga.

Celana dalam ikut menentukan kesehatan organ intim. Bahan yang paling baik dari katun, karena dapat menyerap keringat dengan sempurna.

Celana dari bahan satin ataupun bahan sintetik lainnya, justru menyebabkan organ initim menjadi panas dan lembab.

Bahan pakaian luar pun perlu diperhatikan seorang wanita. Bahan dari jins memiliki pori-pori yang sangat rapat, sehingga tidak memungkinkan udara untuk mengalir secara leluasa.

Rok atau celana berbahan kain lebih dianjurkan, terutama bagi wanita yang sedang mengalami haid dan gemuk. Darah yang keluar saat haid menyebabkan daerah sekitar vagina menjadi lebih lembab daripada biasanya. Untuk itu harus pula diperhatikan lebih cermat dibandingkan pada hari biasa.

Idealnya, pembalut saat haid diganti setiap mandi dan selesai buang air kecil walau hal ini prakteknya sulit dilakukan.

Dianjurkan untuk mengganti pembalut 4-5 kali sehari disaat darah haid sedang banyak-banyaknya. Bila pada hari-hari haid terakhir, cukup mengganti pembalut 3 kali sehari yaitu pada pagi, sore dan malam hari.

Perlu diketahui darah haid merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab keputihan dan infeksi. Kalau seharian terus menerus memakai pembalut yang sama tanpa diganti akan menimbulkan keluhan gatal disekitar vagina.

Kalau gatal itu digaruk, dapat menyebabkan luka lecet. Bisa dibayangkan jika luka lecet tersebut mengalami kontak dengan darah haid yang penuh dengan bakteri, bisa dipastikan akan memperparah keadaan luka tersebut.

Untuk itu, biasakanlah membersihkan organ intim disaat haid dengan lebih cermat.

Disarankan agar kaum wanita yang sedang haid memakai sabun pembersih, sehingga terbebas dari rasa gatal sepanjang hari.

Gunakan Panty Liner

Untuk mengurangi kelembaban di sekitar daerah organ intim wanita, sebaiknya menggunakan panty liner. Beberapa hari menjelang dan sesudah haid, biasanya wanita akan mengalami keputihan normal (bukan penyakit) sebagai akibat pengaruh hormon.

Pada saat seperti itu, pemakaian panty liner sangat membantu untuk mengurangi rasa lembab dan basah pada celana dalam. Sama halnya seperti pembalut, panty liner pun sebaiknya tidak dipakai terus menerus dari pagi hingga sore hari. Sebaiknya panty liner juga diganti siang hari meskipun sekilas terlihat kering dan bersih, karena bisa saja dipermukaan panty liner tersebut terdapat cairan keputihan atau sisa air kemih yang menempel.

Sebab, bila tidak segera diganti, maka bakteri dan kotoran akan kontak kembali dengan permukaan luar vagina, sehingga mengakibatkan infeksi dan keputihan abnormal.

Pemakaian panty liner terus menerus tiap hari juga sangat tidak dianjurkan, karena panty liner akan menutup aliran udara disekitarnya sehingga menyebabkan kondisi disekitar vagina menjadi panas dan semakin lembab.

Panty liner sebaiknya tidak digunakan pada saat haid tapi diluar waktu haid. Jenis apa yang akan dipilih tergantung selera dan ketahanan kulit masing-masing wanita. Yang jelas ada dua pilihan, yakni yang mengandung parfum dan non parfum.

Biasanya wanita lebih menyukai panty liner dengan parfum. Alasannya mereka merasa daerah organ intimnya menjadi lebih wangi seperti memakai bedak.

Pemakaian tissue untuk membersihkan vagina usai buang air kecil tidak menyehatkan. Ini karena tissue tidak mampu untuk mengangkat semua kotoran yang masih melekat pada organ intim. Selain itu tisue juga belum tentu steril (bebas kuman). Ada tissue yang terbuat dari serbuk kayu yang bisa jadi tercemar jamur pada saat proses pembuatannya. Membersihkan vagina dengan air akan lebih baik dibandingkan dengan tissue. Yang penting diingat bahwa setelah membasuh vagina usai buang air kecil, vagina harus dikeringkan, jangan biarkan vagina dalam keadaan basah. Atau kalaupun terpaksa menggunakan tissue, sebaiknya tissue dibasahkan dulu karena tissue kering tidak memampu menyerap habis sisa air seni dan kotoran yang menempel disekitar vagina.

Untuk membersihkan vagina dengan air sebaiknya dilakukan dengan menggunakan shower toilet. Semprotlah pemukaan luar vagina dengan pelan dan menggosoknya dengan tangan. Karena dengan menggosok diharapkan semua kotoran akan terlepas dengan lebih baik. Sekali lagi untuk tissue sebaiknya digunakan setelah membilas permukaan luar dari vagina dengan air dan tujuannya hanya untuk mengeringkan. Dalam hal ini pakailah tissue yang tidak mengandung parfum dan berwarna putih. Karena tissue yang demikian itu tidak mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada vagina.


Sumber: http://www.gealgeol.com/2008/08/26/tips-dan-trik-merawat-organ-intim.html
Waktu akses: 03 November 2008