Minggu, 02 November 2008

Apa Guna Rambut Disana...

Apapun yang diciptakan oleh Maha Pencipta, tentu ada maksudnya. Pada tubuh manusia, mulai dari tangan kaki, mulut, rambut di kepala, ataupun rambut yang disana.. Maksudnya rambut pubis yang tumbuh di sekitar lingkungan kelamin lelaki ataupun perempuan.

Ternyata cukup banyak teori yang berseliweran mengenai fungsi rambut pubis, dan belum semua dapat dibuktikan secara ilmiah, dengan kata lain tidak ada teori definitif. Salah satu teori yang cukup menonjol adalah rambut pubis sebagai daya tarik seksual. Teori ini terkait dengan feromon, suatu zat beraroma yang dihasilkan tubuh, yang dapat menstimulasi secara seksual orang lain yang menciumnya.

Rambut pubis yang tumbuh di sekitar genital menangkap aroma eksotik yang disinyalir merupakan afrodisiak kuat itu. Feromon kerap terjebak di rambut pubis ketika kelenjar apokrin melepaskan sekresi tanpa bau di permukaan kulit yang tercampur dengan bakteri yang dibusukkan oleh sekresi dari kelenjar sebaseus.

Feromon barangkali tidak bisa terang-terangan dihidu baunya seperti apa, tapi tampaknya bisa dideteksi secara tidak sadar. Jadi, kalau anda bertanya-tanya mengapa anda tertarik pada pasangan anda, bisa jadi feromon si dialah penyebabnya.

Teori lain yang masih berkaitan dengan rambut pubis sebagai daya tarik seksual menjelaskan bahwa rambut pubis berperan sebagai penanda visual seksualitas seseorang. Seleksi alam mungkin mempertahankan rambut di bagian pubis (sementara bulu di bagian tubuh lain menghilang, kalau anda percaya teori evolusi) karena adanya rambut pubis menunjukkan bahwa seseorang sudah matang secara seksual dan dapat bereproduksi.

Ada pula yang berteori bahwa rambut pubis berfungsi sebagai bantalan ketika berhubungan seksual, melindungi dari gesekan. Teori lainnya adalah bahwa rambut pubis gunanya itu untuk menjaga agar organ intim tetap hangat. Rambut pubis perempuan bisa jadi menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina.

Terakhir, ada teori yang tidak berhubungan dengan soal seks sama sekali, yaitu rambut pubis membantu melumasi area di antara kedua kaki sehingga menjadikan pergerakan lebih halus dan nyaman, seperti fungsi rambut di ketiak. Anda bisa mencoba mencukur habis rambut ketiak dan kemaluan untuk merasakan sendiri perbedaan friksi yang terjadi, bakal lebih terasa gesekan antara kedua paha ketika berjalan dan lengan kala bergerak.


Waktu Terbit : 2006

Sumber : http://perempuan.com/index.php?ar_id=19322

Waktu Akses : 2 November 2008


Cegah Sindrom Pra-Menstruasi

Pernahkah Anda merasa gelisah tanpa sebab menjelang menstruasi? Atau pernahkah Anda merasa sakit di payudara sebelum tamu bulanan datang? Nah, itu dia yang disebut dengan Premenstrual Syndrome (PMS) alias Sindrom Pra-Menstruasi.

Sindrom pra-menstruasi adalah suatu gejala yang biasanya terjadi selama satu atau dua minggu sebelum haid. Yang jelas begitu haid datang, sindrom ini pun menghilang. Jika Anda saat ini mendekati masa menopause, maka sindrom ini tidak akan Anda rasakan.
Yang jelas, hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab sindrom pra menstruasi. Ada dugaan penyebabnya adalah rendahnya tingkat hormon progesteron, kekurangan nutrisi dan rendahnya tingkat serotonin, suatu bahan kimia yang diperlukan otak.

Ada sekitar 150 gejala sindrom yang biasanya di alami perempuan. Umumnya perut kembung, sakit kepala, pembengkakan payudara, ngidam makanan tertentu, fatik (kelelahan), depresi, memar kulit, jerawat, mudah tersinggung, cemas, dan gampang marah.
Untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan ringan. Misalnya obat pengurang sakit, antidepresan, dan diuretiks. Atau Anda juga dapat mengkonsumsi vitamin B dan suplemen mineral. Cara lainnya, yaitu dengan mengubah diet. Contohnya mengurangi masukan sodium dan meningkatkan potasium dan kalsium dapat mengurangi fluid retention, dan diet serat tinggi untuk mencegah sembelit yang sering terjadi bersamaan dengan PMS.
Berlatih aerobik secara teratur juga dapat mengurangi gejala ini. Dan yang paling penting adalah mengontrol stres yang Anda alami. Agar Anda tidak uring-uringan selama masa sindrom ini.


Waktu Terbit: 26 Mei.
Sumber: http://www.f-buzz.com/2008/05/26/cegah-sindrom-pra-menstruasi/
Waktu Akses: 2 November 2008

Sistem Reproduksi Pria

DEFINISI struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis
struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

anatomi sistem reproduksi pria

sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di dalam vesikula seminalis.
ketika melakukan hubungan seksual, sperma yang terdapat di dalam cairan yang disebut semenereksi.


struktur

penis terdiri dari:
- akar (menempel pada didnding perut)
- badan (merupakan bagian tengah dari penis)
- glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.
dasar glans penis disebut korona.
pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

sirkumsisi

badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:
- 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan
- rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra.
jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).

skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.
skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.
otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).

testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama).

anatomi sistem reproduksi pria

epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter.
epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.

vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.
saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.
struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.

jalur sperma

uretra berfungsi 2 fungsi: (buah zakar). dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami
  • bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
  • bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

    kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra.
    biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.
    prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.


    fungsi

    selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)
    ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis.
    rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.
    arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.
    otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darahnya.
    tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.

    ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.
    saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra.
    selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis.
    leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.

    setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur.
    akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.






  • Sistem Reproduksi Wanita

    DEFINISI organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.
    saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

    organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:

  • ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur
  • tuba falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan
  • rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin
  • vagina, merupakan jalan lahir.


    alat reproduksi wanita

    organ kelamin luar

    organ kelamin luar (vulva) dibatasi oleh labium mayor (sama dengan skrotum pada pria). labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak); setelah puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut.
    labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor dan mengelilingi lubang vagina dan uretra.

    lubang pada vagina disebut introitus dan daerah berbentuk separuh bulan di belakang introitus disebut forset.
    jika ada rangsangan, dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar bartolin.
    uretra terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih.

    labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan penis pada pria).
    klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depat pada ujung penis pria).
    klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi.

    labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus.
    kulit yang membungkus perineum dan labium mayo sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik. sedangkan selaput pada labium minor dan vagina merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembab karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam.
    karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora dan vagina tampak berwarna pink.

    lubang vagina dikeliling oleh himen (selaput dara).
    kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, himen bisa robek atau bisa juga tidak.


    organ kelamin dalam

    dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual).
    pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm. sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.

    serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina.
    selama masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. sebelum pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin.

    rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina.
    rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen.
    rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim). serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. korpus biasanya bengkok ke arah depan.
    selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin. selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina.

    sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur).
    saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya.

    saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. lendir ini tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi.
    pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi). selain itu, pada saat ovulasi, kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2-3 hari.
    sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba falopii untuk membuahi sel telur. karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan.

    lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium akan menebal.
    jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. ini yang disebut dengan siklus menstruasi.

    tuba falopii membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium.
    ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dari ovarium.
    ovarium tidak menempel pada tuba falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.

    sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan otot pada dinding tuba.
    jika di dalam tuba sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah.
    selama 4 hari, embrio yang kecil terus membelah sambil bergerak secara perlahan menuruni tuba dan masuk ke dalam rahim.
    embrio lalu menempel ke dinding rahim dan proses ini disebut implantasi.

    setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7 juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh) dan ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit.
    pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000-400.000 oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel telur. tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan selama masa reproduktif wanita, biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur.
    ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada masa menopause.

    sebelum dilepaskan, sel telur tertidur di dalam folikelnya.
    sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinya kerusakan pada sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia wanita. karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah lanjut.

    alat reproduksi wanita bagian dalam
    anatomi rahim




  •