Senin, 03 November 2008

Organ Reproduksi

Sistem Reproduksi Pria

Organ reproduksi pria dirancang untuk dapat menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan sperma. Sperma tersimpan dalam cairan yang terlindung dan bergizi, yaitu air mani .

Pembuatan Sperma?

Bagian yang paling menentukan saat pembuatan sperma adalah testis. Sperma yang matang memiliki kepala dengan bentuk lonjong dan datar, dan memiliki ekor keriting yang berguna mendorong sperma memasuki air mani . Kepala sperma mengandung inti yang memiliki kromosom dan juga memiliki struktur yang disebut acrosome yang mampu menembus lapisan jelly yang mengelilingi telur dan membuahinya bila perlu. Sperma diproduksi oleh organ yang bernama testis yang aman tersimpan dalam kantung zakar. Posisi ini menyebabkan testis terasa lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya. Pembentukan sperma berjalan lambat pada suhu normal, tapi terus-menerus terjadi pada suhu yang lebih rendah dalam kantung zakar. Jadi, hindari hal-hal yang menyebabkan suhu disekitar kantung zakar menjadi tinggi karena akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi sperma.


Sistem Reproduksi Wanita

Pada dasarnya organ reproduksi wanita terdiri dari indung telur (ovarium) dan uterus serta saluran-saluran berhubungan dengan keduanya. Uterus terletak dibagian pusat sistem, uterus berbentuk kantung tempat bayi berkembang. Tanpa bayi didalamnya uterus sangat kecil hanya 7 hingga 9 cm. Pada bagian yang menuju luar, uterus berhubungan melewati bagian cervix menuju vagina yang merupakan jalan masuknya penis dan sperma.

Ilustrasi. Sistem Reproduksi Wanita

Cervix adalah bagian bawah dari uterus yang memiliki saluran menuju vagina. Bagian atas uterus adalah saluran falopian. Dekat dengan bagian bawah saluran ini adalah ovarium. Ovarium menghasilkan sekitar 200 ribu sampai 400 ribu folikel.

Bagian dalam uterus disebut endometrium yang selama kehamilan akan menebal. Bila tidak terjadi kehamilan maka lapisan endometrium akan meluruh dan terjadilah menstruasi periode berikutnya.

Ilustrasi. Struktur Bagian Dalam Uterus

Hormon Reproduksi

Hipotalamus dan kelenjar pituitary mengatur hormon-hormon reproduksi. Hormon-hormon tersebut terdiri dari :

· Hipotalamus menghasilkan gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

· GnRH merangsang kelenjar pituitary memproduksi FSH dan LH

· Estrogen, progesterone dan testosterone disekresi oleh ovarium.

Ovulasi

Seorang wanita akan memiliki kemampuan untuk bereproduksi setelah ia memasuki masa pubertas dan mulai mengalami haid. Proses pembuahan sangatlah kompleks :

· Pada awal siklus menstruasi, FSH merangsang beberapa folikel menjadi dewasa sekitar 2 minggu sampai sel telur mendekati ukuran tiga kali lipat. Hanya satu folikel yang akan menjadi dominan untuk satu siklus.

· FSH memberikan sinyal folikel dominan tersebut untuk memproduksi estrogen yang akan mencapai uterus. Didalam uterus,estrogen merangsang penebalan lapisan uterus (endometrium)

· Estrogen mencapai puncaknya sekitar hari ke-14. Pada saat itu, estrogen memicu kenaikan LH.

LH memiliki dua peran penting yaitu :

· Kenaikan LH tersebut akan merangsang terjadinya ovulasi. Ovulasi terjadi dikarenakan folikel dominan terdorong dan melepaskan sel telurnya ke salah satu saluran falopian. Didalam saluran inilah, sel telur akan dibuahi oleh sperma.

· Folikel yang pecah akan kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron. Setelah 14 hari korpus luteum akan hancur dan dimulailah siklus berikutnya, kecuali jika terjadi pembuahan.


Sumber: http://www.medicastore.com/fertitest/isi.php?isi=organrep
Waktu akses: 03 November 2008

Pria, Waspadai Kesehatan Reproduksi Anda

Pria, Waspadai Kesehatan Reproduksi Anda
Gizi.net - Bawang putih, purwaceng, pasak bumi, dan Ginkgo biloba berkhasiat mengatasi disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi (DE), impotensi, dan kanker prostat. Istilah-istilah itu akrab dengan urusan kesehatan reproduksi pria. Jika tidak mewaspadai penyebabnya, kaum Adam bakal repot menghadapinya. Selain faktor psikis, penyebab masalah tersebut juga berkaitan dengan berbagai penyakit. Di antaranya diabetes mellitus (DM), gangguan ginjal atau gagal ginjal, jantung, dan infeksi menular seksual (IMS). Pada jaringan reproduksi pria organ yang paling sering bermasalah adalah pada kelenjar prostat. Prostat adalah salah satu kelenjar saluran reproduksi pria yang terletak di antara kantong kemih dan saluran kemih keluar (uretra) dan mengelilingi saluran uretra. Fungsi prostat adalah memproduksi cairan yang ikut bercampur pada air mani. Gangguan prostat bahkan bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Penyakit-penyakit pada prostat antara lain radang prostat (prostatitis), pembesaran prostat jinak (BPH), dan kanker prostat. Radang prostat bisa menimpa pria dewasa muda (30-45 tahun). Gejalanya berupa rasa tak enak pada perut bagian bawah atau selangkangan. Penyebabnya kuman, makanan, hingga ke unsur psikologis (pikiran). Radang ini bisa menahun. Menurut Prof DR Dr Doddy M Soebadi SpB SpU-K dari Bagian Urologi RSU Dr Soetomo Surabaya, mulai usia 35 tahun prostat secara perlahan-lahan akan bertambah besar (BPH). Ketika usai pria semakin tua prostat dapat berubah menjadi keganasan, seperti karsinoma prostat (ca-prostat). ''Semua keluhan yang berasal dari prostat biasanya disebut sebagai keluhan saluran kemih bagian bawah, yang dahulu dikenal sebagai prostatisme. BPH terjadi seperti halnya rambut menjadi putih,'' jelas Doddy.

Disfungsi ereksi
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti yang dikemukakan oleh 1st International Consultation on ED pada 1999 di Paris, yamh dimaksud disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan seorang pria, baik secara konsisten atau berulang, untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk bisa melakukan hubungan intim yang memuaskan. Kira-kira 52 persen pria berusia 40-70 tahun menderita DE, mulai dari ringan hingga berat. Begitu laporan Massachusets Male Aging Study (MMAS).

Sementara menurut Dr Hady Syarif dari Bayer HealthCare, kasus DE sebenarnya sangat banyak terjadi. Kembali terungkap dari data MMAS, 152 juta pria di dunia diperkirakan menderita gangguan keperkasaannya (impotensi). Angka itu diperkirakan akan membengkak pada 2025 menjadi 322 juta penderita impotensi. Sebanyak 100 juta di antaranya pria di Asia. Meskipun penderita DE banyak sekali, para ahli kesehatan memperkirakan hanya 15-20 persen pria penderita DE tersebut yang bersedia berobat. Dengan meningkatnya jumlah penderita diabetes tiap tahun, terutama di negara berkembang, jumlah penderita DE pun akan bertambah. Karena itu, pola hidup sehat sangat dianjurkan sebagai usaha pencegahan DE.

Pengobatan
Banyak obat-obatan yang diyakini masyarakat dapat mengatasi DE. Mulai dari yang dijual bebas maupun melalui pasar gelap. Ramu-ramuan tradisional merupakan salah satu yang diyakini oleh masyarakat dapat dipakai sebagai obatnya. Tentu saja ramuan dan cara tradisional juga memerlukan pengujian klinis agar aman digunakan. Namun, secara medis dunia kedokteran hanya mengenal empat lini pengobatan DE.

Yakni, dengan terapi oral, terapi intra-uretral, terapi injeksi intra-kavernosa, dan pemasangan protesa penis. Semua terapi itu harus mendapatkan pengawasan khusus dari dokter. Beberapa tahun terakhir ini di negara-negara barat ada obat yang populer digunakan. Obat oral berbahan aktif bahan kimia sintetis sildenafil sitrat ini banyak dipakai untuk mengatasi gangguan DE di seluruh dunia. Daya kerjanya langsung ke syaraf-syaraf di sekitar organ genital pria. Karena itu, beberapa saat setelah mengkonsumsi obat yang berfungsi sebagai erektogenik ini, penderita DE akan langsung merasakan hasilnya. Sayang, ada beberapa efek samping yang dilaporkan. Antara lain, sakit kepala, kulit kemerahan, gangguan penglihatan, hidung buntu, dan sakit otot.

Afrodisiaka
Sementara itu, masyarakat telah lama menggunakan beberapa tanaman untuk meningkatkan fungsi seksual. Tanaman itu memiliki efikasi (keampuhan) sebagai obat pada fitofarmaka. Kini efikasi beberapa tanaman itu telah diteliti oleh beberapa dokter di Indonesia. Mereka adalah Prof Dr dr Wimpie Pangkahila Sp And FAACS pakar andrologi dari Universitas Udayana Denpasar dan Prof Dr dr Arif dimoelja Sp And MSc, pakar andrologi dari FKU Universitas Hangtuah/RS pendidikan Angkatan Laut Surabaya. Menurut Prof Wimpie, cara kerja tanaman obat pada perbaikan fungsi ereksi berbeda dari obat kimia.

Tanaman obat bekerja memperbaiki imunitas tubuh, dan membangkitkan rangsang pada sistem syaraf pusat yang juga memperbaiki sirkulasi darah, lalu akan membangkitkan kesegaran tubuh dan mendorong gairah seksual, serta akhirnya fungsi ereksi membaik. Prof Arif menemukan beberapa tanaman obat yang memiliki fungsi afrodisiaka atau pembangkit gairah erotis (obat erogenik atau sex arousal agent. Di antaranya bawang putih digolongkan sebagai afrodisiaka karena sifatnya yang menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga secara tidak langsung dapat melenturkan pembuluh darah dan memperbaiki kelenturan pembuluh darah. Dengan begitu akan terjadi perbaikan lenturan pembuluh darah fungsi vaskuler, baik di otak, jantung, dan dalam organ genital pria. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat mengatasi DE, ungkap Prof Arif, adalah Pimpinella pruacen, tanaman obat yang banyak tumbuh di pegunungan Dieng Jateng. Masyarakat Jawa lazim menyebutnya purwaceng. Senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman ini memberikan efek memberi rasa hangat pada tubuh serta meningkatkan emosi.

Berikutnya adalah tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia). Tanaman ini banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatera, dan Malaysia. Pasak bumi juga bersifat afrodisiaka karena bahan aktif eurycomanol yang dikandungnya. Ada pula Ginkgo biloba, tanaman yang banyak dijumpai di Amerika dan mengandung bahan aktif 9-6ginkgobiloba flavanoid glycoside. Tumbuhan ini bermanfaat memperbaiki peredaran darah perifer maupun peredaran darah otak yang akan menciptakan rangsang erotik lebih bai. Ini akan membangkitkan libido melalui susunan syaraf pusat dan otonom sehingga memroduksi penghantar syaraf (neurotransmitter) nitrit oksida (NO). NO merupakan syarat utama untuk terjadinya relaksasi otot polos dalam korpus kavernosum yang diperlukan untuk membangkitkan ereksi.

Agar Tidak Disfungsi Ereksi

Penderita diabetes mellitus (DM) berisiko 2-5 kali lebih rentan menderita disfungsi ereksi (DE) atau impotensi dibandingkan pria yang sehat. Pria penderita penyakit ini cenderung mengalami DE 10-15 tahun lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes. Sebanyak 95 persen pria penderita diabetes akan mengalami impotensi pada usia 70 tahun. Menurut Prof Dr dr Slamet Suyono SpPD-KEMD, dari sub bagian Endokrinologi RSCM Jakarta, banyak orang, terutama pria, tidak menyadari terkena penyakit DM. Disfungsi ereksi bisa menjadi gejala awal dari diabetes. Dan, ternyata sekitar 30 persen pria penderita DE juga mengidap penyakit diabetes.

Di Indonesia jumlah penderita DM terus meningkat dari tahun ke tahun hingga diperkirakan mencapai tujuh juta pasien pada tahun 2020 atau 1,5 persen sampai dua persen dari masyarakat. DM perlu diwaspadai karena bisa menyerang kepada semua golongan usia, semua tingkat sosial ekonomi, dan lelaki maupun perempuan, dan bukan hanya faktor genetik. Namun, masyarakat di kota besar kemungkinan terkena DM lebih besar daripada di pedesaan. Ini akibat gaya hidup modern seperti kurang gerak atau berolahraga, banyak mengonsumsi makanan berkolestrol dan berkadar lemak tinggi. Akibatnya, tubuh jadi mudah gemuk dan rentan menderita diabetes. Dalam kondisi yang kronis (berlangsung lama), keadaan DM menimbulkan berbagai komplikasi. Yang sering terjadi adalah komplikasi pada pembuluh darah. Komplikasi ini disebut angiopati diabetik, yang menimbulkan penyempitan lumen (rongga) pembuluh darah.

Angiopati pembuluh darah yang berakibat penyempitan rongga pembuluh darah akan menyebabkan terganggunya nutrisi oleh pembuluh darah yang bersangkutan. Pengurangan nutrisi pada saraf akan menyebabkan gangguan saraf yang disebut neuropati. Pada penderita DM yang sudah mengalami komplikasi neuropati, tingkat perangsangannya tidak cukup signifikan untuk menghasilkan perubahan. Akibatnya, pengisian pembuluh darah pada jaringan penis yang erektil tidak mencukupi untuk menghasilkan ketegangan (ereksi) penis yang cukup untuk melakukan aktivitas seksual. Disamping itu, penderita diabetes juga mengalami gangguan pembuluh darah atau angiopati yang akan mengganggu aliran darah ke penis. Itulah, mengapa penyakit diabetes menyebabkan disfungsi ereksi.

Penulis : Wed
Waktu terbit:
Selasa, 27 Juli 2004
Sumber: Republika Online
Waktu askses: 03 November 2008

Pubertas

Masalah seputar pubertas ini ternyata memang menarik untuk dibicarakan. Ada berbagai macam persoalan yang sering jadi beban pikiran kita dan mengganggu "ketenteraman" kita.

Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan teman-teman kita (frequently asked questions/FAQ) yang sedang dalam periode pubertas. Tapi ternyata tak ada salahnya juga kita menyimak pertanyaan-pertanyaan mereka. Siapa tahu berguna juga buat kita, bahkan bisa meneruskan informasi ini ke teman, tetangga, atau bahkan ke adik kita sendiri!

Apakah gara-gara puber, ada rasa cemburu?

Punya rasa cemburu sama orang lain berarti kita ingin agar perhatian orang yang bersangkutan hanya untuk kita seorang. Adanya rasa bingung itu biasanya normal saja. Itu berarti kita ingin merasa tenang karena yakin akan ada seseorang yang selalu bisa kita andalkan sewaktu kita membutuhkan pertolongan dan dukungan ekstra besar.

Merasa kesal karena pacar sepertinya tak punya perasaan sama dengan kita, itu juga merupakan reaksi emosi yang normal. Cuma, jangan lupa, meskipun dia tidak ngomong apa-apa soal perasaannya, bukan tidak mungkin dia juga punya perasaan yang sama.

Kapan sih sebaiknya kita menggunakan bra?

Pertumbuhan payudara dimulai ketika di daerah sekitar mulai terlihat lingkaran kecil. Lama-kelamaan lingkaran ini membesar sampai akhirnya seluruh area payudara kita membesar. Periode pertumbuhan payudara ini ternyata tidak sama untuk setiap cewek.

Menggunakan bra sebenarnya bukan keharusan. Cuma kita perlu menggunakan bra untuk menjaga bentuk payudara kita. Lagi pula, malu lagi kalau ternyata payudara kita "terlihat" ke mana-mana. Aihhh!

Ada banyak bra yang bisa kita gunakan, mulai dari berbagai macam ukurannya, ada yang pakai tambahan busa, ukuran cup yang berbeda-beda, sport bra yang bisa menahan payudara dengan nyaman, sampai training bra yang cocok banget buat kita yang payudaranya baru mulai tumbuh.

Nah, saat kita mulai merasa perlu menggunakan bra, untuk alasan apa pun, coba diskusikan dulu sama nyokap atau saudara perempuan lain di keluarga kita. Mereka kan sudah pernah melewati masa ini.

Pengalaman mereka akan sangat membantu kita untuk memutuskan bra yang seperti apa yang sebaiknya digunakan. Hanya saja, pastikan ukuran bra tidak terlalu ketat buat kita. Tali bra yang terlalu kuat mengikat pada bahu kita bisa menyebabkan rasa sakit di leher, punggung, dan bahkan lengan kita.

Kenapa sih kita tidak bisa lagi curhat dan ngobrol banyak hal sama ortu?

Jawaban singkatnya: masih bisa kok!

Mau tahu rahasia ortu? Ternyata ortu juga punya beberapa masalah yang sama dengan kita waktu harus menghadapi kita-kita yang lagi puber ini. Misalnya, mereka tiba-tiba saja merasa bahwa mereka benar-benar sudah tua (hiks...). Kadang mereka juga merasa nervous tentang bentuk hubungan bagaimana yang seharusnya terjadi antara mereka sebagai ortu dan kita yang sudah bukan anak kecil lagi. Mereka juga kadang merasa perlu untuk tahu langsung dari kita mengenai apa-apa saja yang kita rasakan. Ini semua terjadi karena ternyata mereka -para ortu-khawatir kita belum bisa menjaga diri kita sendiri sebaik mereka menjaga kita sewaktu kita masih kecil.

Apa pun itu, ortu selalu ingin anaknya selamat, bebas dari berbagai macam masalah. Mungkin mereka juga pernah punya masalah sewaktu mereka puber dulu, makanya sekarang para ortu merasa cemas kita akan melakukan kesalahan yang sama. So guys, ayo kita buktikan kalau kita-remaja-bisa bertanggung jawab dan bisa memilih jalan terbaik buat kita dan keluarga!)

The point is: kita harus bisa bicara satu sama lain dengan ortu dan orang-orang dewasa sekitar kita. Bareng sama ortu, kita bikin kesepakatan-kesepakatan tentang apa yang bisa dan apa yang boleh dilakukan, peraturan-peraturan yang kita buat untuk menjaga perasaan masing-masing, dan yang terpenting: bagaimana menjaga komunikasi satu sama lain.

Tidak ada salahnya kalau kita ungkapkan bagaimana sebenarnya perasaan kita, apa yang kita sukai, apa yang tidak kita sukai dan dengarkan juga apa yang ortu inginkan dan apa yang tidak mereka sukai. Lalu coba diskusikan bagaimana seharusnya kita dan ortu melaksanakan ini semua. Jangan lupa, komunikasi berarti saling berbagi dan saling mendengarkan (bukan hanya saling menyalahkan dan sekadar saling menghakimi)!

Bagaimana caranya mengenali saat-saat akan mendapat menstruasi pertama?

Pertama, tanyakan kepada nyokap kapan beliau mendapat mens pertama. Besar kemungkinan kita juga akan mendapat mens pertama sama seperti saat ibu kita mendapatkan mens pertamanya. Buat patokan, biasanya menstruasi dimulai kira-kira 1-1,5 tahun sesudah pertumbuhan payudara dimulai.

Bagaimana kalau kita mendapat mens pertama, tapi pas enggak di rumah?

Jangan panik. Menstruasi pertama biasanya tidak seperti air bah. Kita jadi punya kesempatan untuk bilang ke guru (misalnya lagi di sekolah) atau mungkin sempat juga telepon ke nyokap untuk bilang dan minta dijemput. Nah, sejak menstruasi pertama ini, jangan lupa untuk selalu menyisakan satu pembalut wanita di dalam tas kita.

Kapan sih pubertas ini berhenti?

Biasanya sih pubertas ini hanya berlangsung beberapa tahun sampai semua perubahan yang terjadi pada tubuh kita ini stabil. Badan kita akan menjadi benar-benar seperti badan orang dewasa, hanya beberapa tahun setelah tubuh kita mencapai tinggi badan optimal. Tinggi badan cewek biasanya mencapai tinggi optimal pada umur 17 tahun (sedangkan cowok pada umur 19 tahun).

Kenapa sih aku paling gede/paling kecil di kelas?

Tidak semua orang mulai puber pada saat yang sama atau dengan pertumbuhan yang sama. Ada yang masa pubernya dimulai awal banget, ada juga yang pubernya terlambat banget. Nah, kalau misalnya ada teman yang badannya tinggi banget, padahal umurnya masih 7 tahun, perhatiin deh, waktu doi umur 10 tahun, biasanya tinggi badannya jadi sama seperti teman-teman lainnya.

Kalau kita benar-benar penasaran dengan periode pubertas, coba deh tanyain bokap-nyokap kapan sih periode pubertas mereka. Sama seperti menstruasi, periode pubertas biasanya tidak beda jauh sama periode mereka.

Kok suaranya jadi cempreng?

Kita semua biasa amati pertumbuhan badan yang terjadi di luar tubuh kita, seperti tinggi badan, bulu-bulu, lekukan-lekukan tubuh. Tapi kita tidak bisa amati perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tubuh kita.

Begitu anak laki-laki mulai puber, pita suaranya juga mulai tumbuh. Pertumbuhan ini menyebabkan nada suaranya juga berubah. Nada suara kita yang sedang puber jadi makin rendah, sementara suara yang keluar tetap seperti suara anak kecil. Kadang suara kita jadi seperti pecah waktu sedang ngobrol, jadi cempreng. Jangan takut, perubahan ini pasti akan menjadi lebih baik.


Penulis: Roellya Ardhyaning Tyas
Waktu terbit: Jumat, 19 September 2003
Sumber: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0309/19/muda/569857.htm
Waktu akses: 03 November 2008

Minggu, 02 November 2008

Apa Guna Rambut Disana...

Apapun yang diciptakan oleh Maha Pencipta, tentu ada maksudnya. Pada tubuh manusia, mulai dari tangan kaki, mulut, rambut di kepala, ataupun rambut yang disana.. Maksudnya rambut pubis yang tumbuh di sekitar lingkungan kelamin lelaki ataupun perempuan.

Ternyata cukup banyak teori yang berseliweran mengenai fungsi rambut pubis, dan belum semua dapat dibuktikan secara ilmiah, dengan kata lain tidak ada teori definitif. Salah satu teori yang cukup menonjol adalah rambut pubis sebagai daya tarik seksual. Teori ini terkait dengan feromon, suatu zat beraroma yang dihasilkan tubuh, yang dapat menstimulasi secara seksual orang lain yang menciumnya.

Rambut pubis yang tumbuh di sekitar genital menangkap aroma eksotik yang disinyalir merupakan afrodisiak kuat itu. Feromon kerap terjebak di rambut pubis ketika kelenjar apokrin melepaskan sekresi tanpa bau di permukaan kulit yang tercampur dengan bakteri yang dibusukkan oleh sekresi dari kelenjar sebaseus.

Feromon barangkali tidak bisa terang-terangan dihidu baunya seperti apa, tapi tampaknya bisa dideteksi secara tidak sadar. Jadi, kalau anda bertanya-tanya mengapa anda tertarik pada pasangan anda, bisa jadi feromon si dialah penyebabnya.

Teori lain yang masih berkaitan dengan rambut pubis sebagai daya tarik seksual menjelaskan bahwa rambut pubis berperan sebagai penanda visual seksualitas seseorang. Seleksi alam mungkin mempertahankan rambut di bagian pubis (sementara bulu di bagian tubuh lain menghilang, kalau anda percaya teori evolusi) karena adanya rambut pubis menunjukkan bahwa seseorang sudah matang secara seksual dan dapat bereproduksi.

Ada pula yang berteori bahwa rambut pubis berfungsi sebagai bantalan ketika berhubungan seksual, melindungi dari gesekan. Teori lainnya adalah bahwa rambut pubis gunanya itu untuk menjaga agar organ intim tetap hangat. Rambut pubis perempuan bisa jadi menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina.

Terakhir, ada teori yang tidak berhubungan dengan soal seks sama sekali, yaitu rambut pubis membantu melumasi area di antara kedua kaki sehingga menjadikan pergerakan lebih halus dan nyaman, seperti fungsi rambut di ketiak. Anda bisa mencoba mencukur habis rambut ketiak dan kemaluan untuk merasakan sendiri perbedaan friksi yang terjadi, bakal lebih terasa gesekan antara kedua paha ketika berjalan dan lengan kala bergerak.


Waktu Terbit : 2006

Sumber : http://perempuan.com/index.php?ar_id=19322

Waktu Akses : 2 November 2008